SASAPTON.COM-Aktivis Banten, Idham, melontarkan kritik keras terhadap klarifikasi yang disampaikan pihak RSUD Dradjat Prawiranegara terkait dugaan keterlantaran pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ia menilai klarifikasi tersebut diduga tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Rabu, (15/04).

Menurut Idham, pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat terkait pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut yang dinilai belum maksimal, khususnya di bagian IGD. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut hak dasar masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan.

“Klarifikasi yang disampaikan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Banyak laporan masyarakat yang masuk kepada kami terkait buruknya pelayanan di RSUD Dradjat Prawiranegara,” tegasnya.

Atas dasar itu, Idham mendesak Bupati Serang untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit, termasuk mencopot direktur RSUD Dradjat Prawiranegara.

“Kami meminta Bupati Serang untuk tidak tinggal diam. Harus ada tindakan nyata, termasuk mencopot direktur sebagai bentuk tanggung jawab atas pelayanan yang dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembenahan sistem pelayanan di rumah sakit agar kejadian serupa tidak terus berulang. Menurutnya, transparansi dan profesionalitas dalam pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Dradjat Prawiranegara belum memberikan tanggapan lanjutan terkait kritik yang disampaikan oleh aktivis Banten tersebut.(Red).