SASAPTON.COM- Sorotan terhadap pelayanan di RSUD Dradjat Prawiranegara Serang kembali mencuat. Kali ini, laporan warga soal dugaan lambatnya penanganan pasien langsung direspons oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang turun langsung ke lokasi pada malam hari. Kamis, (23/04).

Peristiwa tersebut diketahui dari unggahan akun media sosial milik Budi Rustandi yang bernama “Abdi Kota Serang”. Ia mengaku menerima laporan warga saat sedang melakukan peninjauan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Cibomo–Cibening sekitar pukul 22.00 WIB. Laporan itu menyebut adanya warga yang belum mendapatkan penanganan maksimal di rumah sakit tersebut.

Tanpa menunggu lama, Wali Kota Serang langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di rumah sakit, suasana terlihat masih ramai dengan sejumlah warga dan petugas berjaga. Setelah dilakukan pengecekan, pasien yang sebelumnya dikeluhkan akhirnya mendapatkan penanganan.

“Begitu menerima laporan, saya langsung ke RSDP. Alhamdulillah malam itu juga langsung ditangani,” ungkap Budi Rustandi.

Namun, kejadian ini bukan yang pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, RSUD Dradjat Prawiranegara Serang kerap menjadi sorotan publik akibat berbagai keluhan pelayanan, mulai dari keterlambatan penanganan pasien, keterbatasan fasilitas seperti ketersediaan tempat tidur (bed), hingga respons tenaga medis yang dinilai belum optimal.

Sejumlah kasus sebelumnya bahkan sempat viral di media sosial, memperlihatkan pasien termasuk balita dan lansia yang harus menunggu cukup lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum mendapatkan ruang perawatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Pengamat menilai, persoalan yang terus berulang ini menunjukkan adanya masalah sistemik yang belum terselesaikan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen, sistem pelayanan, hingga kesiapan sumber daya manusia dinilai menjadi langkah mendesak.

Di sisi lain, langkah cepat Budi Rustandi yang turun langsung ke lapangan mendapat apresiasi. Namun publik berharap, perbaikan tidak hanya bersifat reaktif, melainkan diikuti dengan pembenahan konkret agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal tanpa harus menunggu viral atau laporan darurat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Drajat Prawiranegara belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian terbaru tersebut. Masyarakat kini menanti komitmen nyata untuk memperbaiki pelayanan, agar rumah sakit benar-benar menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan cepat tanggap bagi pasien. (*/Agus & David).