Oleh: Achmad Rifai,UNBAJA – Banten Genius Network
Memperhatikan fenomena yang terjadi dilapangan, diharapkan Bursa Kerja Khusus (BKK) dapat berkolaborasi menbuka peluang masuk dunia kerja untuk semua lulusan baik SMK, SMA dan Perguruan Tinggi
Pengertian Bursa Kerja Khusus (BKK) telah tercantum dalam Permenaker No. 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja. BKK adalah unit pelayanan pada satuan menengah, satuan tinggi, dan lembaga pelatihan kerja yang memfasilitasi penempatan tenaga kerja untuk alumninya. Selain pelaksana penempatan tenaga kerja yang disebutkan dalam Pasal 16 Permenaker No. 39 Tahun 2016, penempatan tenaga kerja juga dapat dilakukan oleh BKK.
Dengan adanya BKK, peluang untuk mengurangi pengangguran meningkat. Seperti kita ketahui, BKK adalah lembaga di sekolah menengah kejuruan yang dapat mengadakan berbagai kegiatan untuk mengurangi pengangguran, seperti pameran kesempatan kerja atau job fair. Peluang ini masih bisa diperluas dengan berbagai strategi untuk menarik perhatian pemberi kerja. Sebelum membahas strategi BKK, penting untuk mengetahui hambatan dan kendala yang dihadapi oleh BKK itu sendiri.
Sehingga hal ini sebenarnya masih bisa diperluas dengan berbagai strategi yang dapat menimbulkan atensi untuk menarik perhatian pemberi kerja. Sebelum kita bahas mengenai strtagei BKK, terlebih dahulu kita ketahui hambatan dan kendala yang dihadapi oleh BKK sendiri.
Hambatan atau Kendala yang dihadapi oleh BKK serta langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh BKK untuk dapat mengurangi pengangguran :
Berdasarkan Kedekatannya Dengan Dunia Pendidikan
Badan Ketenagakerjaan (BKK) diharapkan memegang peran utama dalam mengurangi tingkat pengangguran. Terutama, peran ini sangat penting bagi siswa/siswi SMA/SMK yang diharapkan dapat berhasil memasuki dunia kerja sesuai dengan kompetensi mereka setelah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah.
Terutama karena siswa/siswi SMK telah memiliki dasar pendidikan, tantangan selanjutnya adalah bagaimana BKK dapat menempatkan mereka sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Oleh karena itu, kerja sama antara BKK, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri sangatlah penting. Kolaborasi ini diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja yang luas dan mengurangi tingkat pengangguran. Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK merupakan unit khusus yang berfungsi sebagai penghubung antara lulusan SMK dengan dunia kerja.
Melalui BKK, sekolah dapat memfasilitasi penyaluran lulusan ke lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka. Pengelolaan BKK yang efektif dapat meningkatkan tingkat penyerapan lulusan SMK di dunia industri, kemitraan dengan Dunia Usaha dan Industri, membangun kerjasama yang erat antara SMK dengan perusahaan atau industri terkait, melibatkan pihak industri dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan di SMK, penulis percaya bahwa keterlibatan pihak industri dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan kunci untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.
Perencanaan Program Pendidikan seperti misalnya kolaborasi erat antara SMK dan industri terkait memungkinkan penyusunan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Masukan dari praktisi industri membantu mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan, sehingga lulusan SMK dapat langsung berkontribusi pada perusahaan, pelaksanaan pembelajaran melalui program magang, praktik kerja industri, dan kelas berbasis produksi, siswa SMK mendapatkan pengalaman nyata bekerja di lingkungan industri.
Bimbingan dan mentoring dari profesional industri memberikan wawasan berharga bagi siswa selanjutnya adalah evaluasi dan pengembangan seperti evaluasi berkala bersama industri memungkinkan SMK untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan program pendidikannya. Umpan balik dari perusahaan mitra membantu mengidentifikasi area peningkatan dan inovasi yang diperlukan.
Menyesuaikan Kurikulum dan Kompetensi Lulusan
Dengan kebutuhan pasar kerja, peningkatan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi dan keterampilan siswa sesuai dengan kebutuhan industri dapat dilakukan dengan
1. Kurikulum yang relevan untuk menyesuaikan kurikulum agar sejalan dengan tren dan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di tempat kerja.
2. Kolaborasi dengan industri agar dapat membangun hubungan erat dengan pemangku kepentingan industri akan membantu kami memahami kebutuhan mereka secara lebih baik. Sehingga perusahaan dapat merancang program pelatihan dan magang yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
3. Pengembangan keterampilan Selain kompetensi teknis, siswa juga perlu dibekali dengan keterampilan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kreativitas. Keterampilan ini akan sangat berharga bagi mereka di masa depan.
4. Dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek, siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah dunia nyata. Ini akan mempersiapkan mereka dengan lebih baik untuk tantangan yang akan mereka hadapi di tempat kerja.
Mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik secara seimbang, memanfaatkan teknologi terkini dalam proses pembelajaran, konseling dan bimbingan karier, memberikan bimbingan dan konseling karier yang komprehensif bagi siswa, membantu siswa mengidentifikasi minat, bakat, dan potensi diri, memberikan informasi tentang peluang kerja dan pengembangan karier.
Dengan kolaborasi erat antara SMK dan industri, kita dapat memastikan bahwa pendidikan vokasi di Indonesia menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa kini yang begitu ketat dalam persaingan dunia industri dan teknologi tentunya.
Peran Bursa Kerja Khusus Dalam Program Bimbingan Vokasional dan Bimbingan Karir
Pentingnya arti penempatan lulusan dalam konsep bimbingan vokasional dikemukakan oleh Grant Venn, dimana setiap institusi pendidikan harus mempunyai fungsi utama sebagai pembimbing dan konselor, serta penempatan dan tindak lanjut.
Kepuasan dalam hal penempatan kerja adalah alasan utama mengapa orang memilih dan menyiapkan diri memasuki dunia kerja melalui sekolah kejuruan. (London, 1973: 224).
Lebih jauh London menyebutkan arti penting penempatan kerja bagi siswa, sekolah maupun masyarakat. Bagi siswa kesempatan mereka sangat terbatas untuk memahami dunia kerja dengan segala liku-likunya, sehingga mereka memerlukan bimbingan untuk itu.
Bagi sekolah menengah kejuruan, ukuran keberhasilan antara lain melalui kepuasan lulusan dalam penempatan kerja atau seberapa banyak lulusannya yang dapat langsung bekerja.
Sementara bagi masyarakat, lulusan SMK adalah sumber daya manusia yang penting. Jika mereka menganggur tentu membebani keluarga atau masyarakat di mana dia tinggal, sedang apabila mereka bekerja maka masyarakat akan terbantu karena mereka menjadi produktif.
Konsep pekerjaan bagi masyarakat dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, tetapi umumnya menyangkut pada dua hal, yaitu bekerja sebagai upaya pemenuhan kebutuhan jasmani : sandang, JPTK, Vol. 16, No. 2, Oktober 2007 147 pangan, papan dsb. serta kebutuhan rohani, pemenuhan kepuasan mental spiritual dan bernilai ibadah (Tohari Musnamar, 1992 : 120).
Lebih lanjut Tohari mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kerja, yaitu keahlian, kemauan dan sikap positif, kesempatan dan peluang, imbalan yang layak, dan hubungan kerja yang manusiawi.
Referensi:
1. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
2. Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Serang
3. Th. Sukardi dan Putut Hargiyarto

