SASAPTON.COM-Banyaknya masalah yang timbul dari pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kota Cilegon menuai sorotan dari kalangan mahasiswa.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon mendesak Pemerintah Kota Cilegon dan Dinas Pendidikan untuk membuka secara transparan proses dan mekanisme seleksi siswa baru.
Presiden Mahasiswa STAK Cilegon, Syafa’atul Amin, menyatakan keprihatinannya terhadap keluhan puluhan orang tua siswa yang merasa dirugikan oleh sistem SPMB, khususnya jalur zonasi yang dinilai tidak adil.
“Saya menyatakan keprihatinan atas ketidakpuasan para orang tua siswa terhadap sistem SPMB tahun ini. Kami meminta pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Pemkot Cilegon, untuk memberikan pemahaman secara intens dan transparan kepada masyarakat tentang proses SPMB,” ujar Syafa’atul saat diwawancarai Radar Banten, Sabtu 28 Juni 2025.
Menurutnya, pemahaman yang terbuka kepada masyarakat sangat penting agar publik merasa yakin terhadap sistem yang digunakan dan tidak terjebak dalam kecurigaan.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti beredarnya informasi dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Provinsi Banten dalam praktik tidak pantas terkait proses SPMB tingkat SMA/SMK.
“Saya menyayangkan adanya berita tentang oknum DPRD provinsi yang melakukan tindakan tidak pantas terkait SPMB tahun ini. Oleh karena itu, saya sangat menginginkan agar proses seleksi tingkat SMA/SMK ke depan dapat dilakukan secara transparan dan jujur,” tegasnya.
Syafa’atul berharap, SPMB dapat dijalankan dengan prinsip keadilan dan profesionalisme, agar tidak lagi memicu kegelisahan di tengah masyarakat.
“Kami ingin proses SPMB ke depan berlangsung adil dan bersih, sehingga masyarakat bisa yakin dan percaya pada hasil seleksi yang diumumkan,” pungkasnya.(Red).

